Hakikat Teknologi Komunikasi
Wednesday December 03rd 2008, 11:02
Filed under: Uncategorized

Teknologi Komunikasi (Teknokom) adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi dengan individu-individu-individu lain (Rogers, dalam Abrar. 2003).

Secara tersirat definisi di atas bahwa

Teknokom adalah alat.

Teknokom dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik.

Teknokom membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial, dan politik tertentu.

Teknokom meningkatkan kemampuan indera manusia, terutama kemampuan mendengar dan melihat.

Keempat aspek di atas teknologi komunikasi ini menjadi kriteria dalam menilai apakah sebuah alat (hardware) merupakan teknokom atau tidak. Jika keempat kriteria ini tidak dimiliki oleh sebuah alat (hardware), maka ia tidak bisa dikatakan sebagai sebuah teknokom.

Misal sebutlah telepon seluler (ponsel). Bisakah ponsel disebut sebagai teknokom? Jawabannya ditentukan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apakah ponsel sebuah alat?

Apakah ponsel dilahirkan oleh struktur ekonomi, sosial dan politik tertentu?

Apakah ponsel membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial dan politik yan gmembuatnya?

Apakah ponsel meningkatkan kemampuan indera manusia?

Jawaban untuk pertanyaan 1 sangat jelas ya. Pertanyaan 2 ia dilahirkan dari struktur ekonomi kapitalis dan sosial liberal. Pertanyaan 3 juga jelas ya, ponsel membawa nilai liberal, pemilik ponsel bisa menghubungiu dan dihubungi siapa saja. Pertanyaan 4 juga jelas ya, ponsel meningkatkan indera dengar orang yang memakainya. Akhirnya ponsel sah sebagai teknokom.

Bisa saja ponsel menegasikan nilai tradisional (misalnya sowan), menciptakan gaya hidup dan tingkah laku kapitalis yang profit orinted dan mengamalkan budaya konsumtif, ponsel menjadikan penggunanya memiliki ideologi baru dalam konteks intelektualitas dan moralitas.

Teknologisasi yang terjadi di dunia ketiga adalah ibarat pedang bermata dua, yakni sebagai pembawa dan penghancur nilai-nilai. Sebagai pembawa nilai-nilai yang berjuis-kapitalis Barat yang rasionalistik, individualistik, positivistik, tapi juga sekaligus sebagai penghancur budaya lokal yang religius-asketis, fatalis serta memegang teguh prinsip-prinsip collective collegia (Denis Coulet, dalam Abrar. 2003).

Beda teknologi komunikasi dan teknologi informasi:

Teknologi informasi adalah pemrosesan , pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi.

Teknologi komunikasi merupakan alat yang menambah kemampuan orang berkomunikasi.

Dalam International Communication Association/ICA (ikatan sarjana komunikasi internasional) bagi sarjana yang menekuni teknologi komunikasi dikelompokkan pada divisi Communication and Technology. Bagi yan gmenekuni tekonologi informasi pada divisi Sistem Informasi.

Teknokom berkembang cepat karena bantuan teknologi elektronika, sehingga proses komunikasi tidak lagi dibatasi ruang dan waktu.

Teknologi elektronika membentuk prinsip-prinsipn teknokom:

Objek bisa diubah menjadi gambar melalui pendekatan lensa.

Gambar proyeksi bisa diubah mednjadi gelombang elektromagnetik melalui pendekatan foto sel (scanning device).

Suara bisa diubah menjadi sinyal listrik melalui pendekatan microphone.

Sinyal listrik yang bermuatan gambar proyeksi dan suara dipancarkan melalui kabel, jasa satelit komunikasi, sinyal listrik bisa dikirim kemana saja di muka bumi, bahkan ke ruang angkasa sekali pun.

Sinyal diterima sistem antena dan masuk ke alat yang bisa mengubah sinyal menjadi gambar proyeksi kembali, gambar bisa dilihat di layar monitor, digandakan dan dicetak (Ishadi dan Wahyudi, dalam Abrar. 2003).

Teknokom memungkinkan manusia melihat berbagai fenomena sosial yang saling berkaitan dan mempengaruhi., terutama untuk menghadapi masyarakat terbuka (open society).

Di sisi khalayak (audience), teknokom digunakan untuk mencari, mengolah, membagi, meyimpan, membandingkan, memutakhirkan informasi, sehingga teknokom menjadi sentral dalam proses komunikasi.

Hubungan teknokom dan kebudayaan:

Teknokom sebagai faktor yang dterminan dalam masyarakat, ia bisa menciptakan perubahan sosial dan mengubah kehidupan masyarakat, misal menjadi lebih egaliter.

Teknokom sebagai industrialisasi, ia diciptakan secar amassal dalam jumlah yang banyak.

Teknokom sebagai suatu alat baru, tidak semua efek negatif teknokom bisa dteratassi dengan baik (McOmber, dalam Abrar 2003).

Pesan teknokom adalah mendidik pemakainya untuk:

Melakukan demassifikasi, tidak massal, terjadi perubahan kontrol pesan ada pada khalayak, dengan memilih informasi yang sesuai dengan keinginan mereka. Sebaliknya massifikasi, kontrol pesan ada pada produser informasi, seperti suratkabar, radio, televisi, khalayak hanya pasrah pada berita yang disiarkan.

Menyesuaikan diri, ia harus menyesuaikan diri dengan berbagai standarisasi, mulai dari petunjuk teknis penggunaaan, teknis pengiriman pesan, dan nilai nilai kemanusiaan dan makna pesan teknokom.

Meningkatkan informasi:

(a) berhubungan dengan individu di daerah/negara lain dengan cepat,

(b) menyalurkan aspirasi dan ekspresi yang menjadikan akrab satu sama lain,

(c) mengakses hasil-hasil kebudayaan yang menucul di berbagai daerah/negara lain,

(d) mengingkatkan partisipasi merekadalam kehidupan sosial politik yang menyangkut seluruh daerah/negara lain.

Hubungan teknokom dan masyarakat informasi:

Pengertian masyarakat informasi:

(a) mereka yang telah terkena terpaan (exposure) media massa dan komunikasi global, masyarakat yang sadar informasi dan mendapat penerangan cukup (istilah populer),

(b) masyarakat yang menjadikan informasi sebagai komoditas yang sangat berharga ekonomis, berhubungan dengan masyarakat lain dalam sistem komunikasi global, dan mengakses informasi superhighway (istilah komunikasi).

Sumber: Abrar, Ana Nadhya. 2003. Tekonologi Komunikasi, Perspektif Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: LESFI



Sejarah Perkembangan Teknologi Komunikasi
Wednesday December 03rd 2008, 11:02
Filed under: Pertekom

Pendahuluan

Kata Teknologi berasal dari asal kata latin Texere yang berarti to weave (menenun) atau to construct (membangun) (Rogers, 1986)

Kata Teknologi tidak hanya terbatas kepada pengguna mesin-mesin, meskipun dalam pengertian sempit sering digunakan keterkaitan teknologi dan mesin dalam bahasa sehari-hari.

Technology is a design for instrumental action that reduces the uncertainly in the course-effect relationships invalved in achieving a desired outcome.

Sebuah teknologi biasanya terdiri dari aspek Hardware (perangkat keras) dan Software (Perangkat Lunak).

Salah satu jenis teknologi adalah Teknologi Komunikasi

Teknologi Komunkasi dan Bahasa
Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras; struktur-struktur organisasional dan nilai-nilai sosial yang dikoleksi, diproses dan menjadi pertukaran informasi individu-individu dengan individu-individu lainnya.

Teknologi Komunikasi diawali sejarah manusia seperti ditemukannya bahasa lisan dan bahasa tulisan dalam bentuk photographs yang ditulis pada dinding gua-gua ;

Teknologi Media (secara potensial dapat mencapai khalayak massa) berasal dari Cloy Robberts (Tulisan pada lembaran-lembaran tanah liat) dalam peradaban awal seperti bangsa Sumeria di daerah Sungai Eirpat dan Sungai Tigris serta Bangsa Mesir.

Kompetensi
Kompetensi insan komunikasi dalam Teknologi Komunikasi :
1. Users (Pengguna) teknologi komunikasi
2. Content of Technology pada teknologi komunikasi
3. Riset dampak sosial teknologi komunikasi

Sebagai users, maka insan komunikasi sebagai ilmuwan sosial harus berbasis teknologu komunikasi.

Content of Technology, misalnya teknologi komunikasi berbentuk televisi atau media online, maka yang mengisinya adalah orang komunikasi, seperti program berita pada televisi atau cyber communication pada media online (internet).

Kemampuan meneliti dampak sosial teknologi komunikasi harus dimiliki oleh orang komunikasi seperti meneliti dampak sosial pengguna play station terhadap perilaku belajar anak sekolah dasar.
Menurut Alvin Toffler, tiga gelombang peradaban manusia terdiri dari era pertanian, industri dan era informasi / komunikasi (lihat Rogers 1986 ; Alisyahbana dalam Yulian, dkk (2001) :
1. Gelombang pertama (800 SM-1500 M) adalah gelombang pembaruan dimana manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian yaitu manusia berubah dari kebiasaan berpindah-pindah yang menetap disatu tempat. Ciri masa ini adalah penggunaan “baterai alamiah” yang dapat menyimpan energi yang dapat diperbaharui dalam otot-otot binatang, hutan, air terjun, angin atau langsung dan matahari, banyak sekali menggunakan kincir air dan kincir angin.
Gelombang Peradaban Manusia
2. Gelombang kedua (1500 M-1970 M) adalah masyarakat industri, sebagai “manusia ekonomis” yang rakus yang baru lahir dari Renaissance (pencerahan di Eropa). Adam Smith dengan bukunya The Wealth of Nations dari Charles Darwin dengan bukunya The Origin of Species mewarnai budaya renaissance.
Imperialisme dan kolonialisme di gelombang kedua ini merupakan interpretasi yang salah dari Teori Darwin, terutama ideologi Social Darwinism dan Herbert Species ; The Mights is always Rights.
Gelombang kedua ini berbudaya produk massa, pendidikan massa, komunikasi massa dan media massa.
Budaya Iptek tumbuh dengan pesat
Terjadi urbanisasi dan pembangunan kota besar, penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui dan polusi yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.

3. Gelombang ketiga (1970-2000 M) adalah masyarakat informasi dengan ciri-ciri :
Kelangkaan bahan bakar fosil ; kembali ke energi yang dapat diperbaharui
Proses produksi yang cenderung menjadi produksi massa yang terkonsentrasi
Terjadinya deurbanisasi dan globalisasi karena kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
Peradaban gelombang ketiga merupakan Sintesa dari gelombang pertama (tesa) dan gelombang kedua (antitesa).
Dalam gelombang ketiga ini kadang disebut sebagai Knowledge Age, dengan digunakannya satelit telekomunikasi, kabel optik dalam jaringan internet, masyarakat mampu berkomunikasi online
Era Komunikasi dan Informasi
Masa Puncaknya era komunikasi dan informasi akan segera tercapai 10-20 tahun kedepan.
Open Society (Struktur Masyarakat Terbuka/ umumnya para anggota masyarakat berusaha dan bekerja keras untuk menaikkan statusnya didalam masyarakat. Mereka bersaing dan bekerjasama untuk dapat naik ke lapisan atas berikutnya sesuai dengan sistem kompetisi dan korporasi yang sudah dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Lima Gelombang peradaban baru akan bergantian atau pun kadang-kadang bersamaan mendominasi budaya masyarakat dunia selanjutnya :
Era Industri Rekreasi (Hospitality, Recreation, Entertainment) yang akan mendominasi budaya pada tahun 2015 M.
Era Bioteknologi (Bioteknologi, genetics, Cloning) yang akan mendominasi budaya dunia pada kira-kira tahun 2001 M.
Era mega material (Quantum Physics, Nanotechnology high pressure physics) yang akan mendominasi dunia kira-kira tahun 2200 M dan 2300 M.
Era Atom Baru (fusion, lossers,hydrogen and helium isopes) yang akan mendominasi budidaya duinia kira-kira pada 2100 – 2500 M.
Era Angkasa luar baru (Specsaft, Exploration, Travel, Resource Gathering, Astrophysics) yang akan mendominasi sebelum tahun 3000 M (Alisyahbana, 2001).

referensi : Elvinaro Ardianto